Format makalah ilmiah
Format makalah ilmiah
Makalah ini membahas
format makalah dan panduan bagi penulis makalah ilmiah. Makalah harus
diserahkan dalam format siap cetak dan dibatasi sepanjang enam (6) halaman. Abstrak
dibatasi <500 kata dan tidak boleh mengandung persamaan, gambar, dan table. Ukuran huruf untuk abstrak, kata kunci,
dan badan makalah adalah 10 point.
1. PENDAHULUAN
Panduan berikut
ini sangat penting untuk diikuti demi menjamin keseragaman makalah yang
dipublikasikan dalam proceedings SEMINAR NASIONAL ILMU PENGETAHUAN TEKNIK 2013.
2. FORMAT
Format halaman diset
melalui menu “page setup”. Ukuran kertas adalah A4 (210x297mm). Gambar 1 menunjukkan layout halaman
dan marjin.
Gambar 1: Marjin and dan layout halaman
pada kertas A4
Ukuran huruf
Ukuran huruf
ditunjukkan dalam Tabel 1. Huruf yang digunakan adalah Times New Roman, 1 spasi.
Tabel 1. Ukuran Huruf
Persamaan dan simbol
Ukuran
|
Penggunaan
|
8 points
|
Subskrip dan
catatan kaki
|
9 points
|
Judul gambar dan
tabel
|
10 points
|
Instansi penulis,
abstrak, kata kunci, subjudul, badan makalah, dan daftar referensi
|
12 points
|
Nama pengarang
|
14 points
|
Judul makalah
|
Persamaan
ditulis dengan huruf miring (italic) dan diberi nomor dalam tanda
kurung. Pengutipan persamaan harus dalam bentuk “persamaan 2”. Semua symbol
harus didefinisikan dalam badan naskah.
Numbering
Nomori pustaka
yang digunakan sebagai referensi dalam tanda kurung siku [1]. Pengutipan cukup dilakukan
dengan menyebutkan nomor referensi, misalnya [2]. Jangan menuliskan “Ref [3]
atau referensi [3]”.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Makalah harus mengandung hasil-hasil
simulasi atau pengukuran sebagai validasi metode.
4. KESIMPULAN
Setiap makalah harus memiliki kesimpulan. Judul tambahan untuk ucapan terima
kasih dapat diletakkan setelah bagian kesimpulan. Daftar referensi diletakkan
paling akhir dan tanpa nomor.
Unsur – unsur penanda yang membangun sebuah makalah
Di
dalam makalah terdapat unsur-unsur penanda yang membangun sebuah makalah, yaitu
sebagai berikut:
1.
Ragam Bahasa
a.
Ragam Bahasa adalah variasi
bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan,
menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut
medium pembicara.
2.
Ejaan
a.
Ejaan adalah penggambaran
bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang di
standarisasikan dan mempunyai makna.
3.
Diksi
a.
Diksi adalah pemilihan kata
yang tepat dan selaras dalam penggunaanya sehingga dapat memberikan kesan/
makna/ efek sesuai dengan harapan. Dengan menggunakan diksi yang tepat, pembaca
dapat lebih mudah memahami dan peluang untuk mendapatkan tujuan lebih besar.
4.
Kalimat
a.
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang
dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Dalam wujud tulisan
berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda
titik (.) untuk menyatakan kalimat berita atau yang bersifat informatif, tanda
tanya (?) untuk menyatakan pertanyaan dan tanda seru (!) untuk menyatakan
kalimat perintah. Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, harus memiliki
sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Jika tidak memiliki kedua unsur
tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa.
5.
Alinea dan Pengembangannya
a.
Alinea atau Paragraf adalah
kesatuan pikiran yang lebih luas daripada kalimat, berupa penggabungan beberapa
kalimat yang mempunyai satu gagasan atau satu tema. Pengembangan alinea itu
sendiri berkaitan dengan: (1) posisi kalimat topik, (2) fungsi alinea, (3)
sifat informasi yang akan disampaikan (persuatif, argumentatif, naratif,
deskriptif, atau ekspositoris).
6.
Perencanaan Penulisan
Karangan Ilmiah
Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang
bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang
dalam hal: (1) pemilihan topik, (2) pembatasan topik, (3) pemilihan judul, (4)
menentukan tujuan penulisan, (5) menentukan kerangka karangan, (6)
langkah-langkah penulisan ilmiah.
7.
Kerangka Karangan
Kerangka karangan adalah suatu suatu rencana atau rancangan
yang memuat garis besar
atau ide suatu kaya tulis yang disusun dengan
sistematis dan terstruktur. Adapun cara
membuat kerangka suatu karangan adalah sebagai
berikut:
a.
Merumuskan tema dan
menetukan judul suatu karangan
b.
Mengumpulkan bahan
c.
Menseleksi bahan
d.
Mengembangkan kerangka
karangan
8.
Kutipan dan Catatan Kaki
a.
Kutipan adalah pinjaman
pendapat dari seseorang pengarang, atau ucapan seseorang yang terkenal, baik
yang terdapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah.
Contoh: Kuesioner adalah suatu
daftar yang berisi rangkaian pertanyaan tentang suatu hal (Sumardjan dan
Koentjaraningrat, 1997:63).
b.
Catatan kaki merupakan
keterangan-keterangan atas teks karangan yang bersangkutan.
Contoh: William N. Dunn, Analisis
Kebijakan Publik terj. Muhajir Darwin, (Yogyakarta: Hanindita, 2001), 20-32
9.
Abstrak dan Daftar Pustaka
a.
Abstrak merupakan ringkasan
singkat dan jelas dari suatu karya tulis, seperti skripsi, tesis, dan disertasi
yang sudah diterbitkan disertai data bibliografis yang dapat membantu pembaca
dalam memahami isi dan maksud penulis serta mengarahkan pembaca untuk membaca
artikel secara keseluruhan.
b.
Daftar pustaka atau
bibliografi merupakan daftar berisi judul- judul buku, artikel-artikel,
dan bahan-bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah
karangan yang tengah digarap.
RANCANGAN USULAN PENELITIAN
Rancangan
usulan penelitian
A.Manfaat rancangan usulan penelitian
A.Manfaat rancangan usulan penelitian
a. Sebagai
kerangka operasional penelitian (blue print)
b. Menegaskan
kedalaman (intensitas) dan keleluasaan (ekstensitas) penelitian.
c. Memperkirakan
penelitian yang akan dihadapi dan rancangan alteratif penyelesaiannya.
d. Mengetahui
kelemahan hasil penelitian
B.Bentuk
rancangan usulan penelitian
Suatu penelitian itu mungkin
bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk
bahan menulis. Misalnya
a. Skripsi
b. Makalah untuk
seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c. Karangan ilmiah
d. Tesis
magister/disertasi doctor
e. Laporan proyek
Bobot dan mutu akademis karangan
ilmiah hasil penelitian itu dapat dikaji dan dinilai dari 6 aspek :
1. Aktualitas
masalah
Masalah yang diformulasikan haruslah masalah yang masih hangat diperbincangkan/upto date dan banyak mencari perhatian para ahli untuk dicari jawabannya serta juga harus nyata adanya
Masalah yang diformulasikan haruslah masalah yang masih hangat diperbincangkan/upto date dan banyak mencari perhatian para ahli untuk dicari jawabannya serta juga harus nyata adanya
2. Relevansi
manfaat praktis
Jawaban masalah yang dikemukakan bernilai prakktis, sehingga hasil penelitian bedaya guna serta menjangkau masyarakat luas. Kesimpulan- kesimpulan yang ditarik harus mantap dan saran-sarannya menarik perhatian dan beralasan kuat
Jawaban masalah yang dikemukakan bernilai prakktis, sehingga hasil penelitian bedaya guna serta menjangkau masyarakat luas. Kesimpulan- kesimpulan yang ditarik harus mantap dan saran-sarannya menarik perhatian dan beralasan kuat
3. Metodologi
penelitian akurat
bObot mutu akademis karya tulis hasil penelitian itu ditentukan juga oleh adekuasi rancangan penelitian, instrumentasi dan pengukuran, metodologi penulisannya juga ikut menentukan bobot nilai/ mtu akademis karya tulis ilmiah
bObot mutu akademis karya tulis hasil penelitian itu ditentukan juga oleh adekuasi rancangan penelitian, instrumentasi dan pengukuran, metodologi penulisannya juga ikut menentukan bobot nilai/ mtu akademis karya tulis ilmiah
4. Orisinalitas
penelitian
Penelitian disebut orisinal bila bahan dan atau metode yang digunakan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain, setidak-tidaknya menurut jangkauan informasi yang tersedia. Dengan kata lain walaupun bahan sama tetapi metodenya beda, maka penelitian itu dianggap penelitian orisinal dan juga sebaliknya jika bahan beda tapi metode sama itu juga digolongkan penelitian orisinal
Penelitian disebut orisinal bila bahan dan atau metode yang digunakan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain, setidak-tidaknya menurut jangkauan informasi yang tersedia. Dengan kata lain walaupun bahan sama tetapi metodenya beda, maka penelitian itu dianggap penelitian orisinal dan juga sebaliknya jika bahan beda tapi metode sama itu juga digolongkan penelitian orisinal
5. Sumbangan
terhadap ilmu pengetahuan
Penelitian yang bersipat integratif dan konprehensif yaitu penelitian yang hasilnya merupakan kebulatan dan menyeluruh
Penelitian yang bersipat integratif dan konprehensif yaitu penelitian yang hasilnya merupakan kebulatan dan menyeluruh
6. Sistematika
penyusunan karya tulis
Ketajaman logika (way of thinking) dan urutan serta kaitan logika (flow of thought) ini mengarahkan sistematika dan jelasnya pokok persoalan dalam karya tulis, apabila materi yang terkumpul dikomunikasikan secara konsisten dengan menjaga relevansi setiap aspek, sedemikian sehingga kalimat yang satu berhubungan dean berkaitan maka komunikasi yang dibuat akan lebih epektiif
rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.
Ketajaman logika (way of thinking) dan urutan serta kaitan logika (flow of thought) ini mengarahkan sistematika dan jelasnya pokok persoalan dalam karya tulis, apabila materi yang terkumpul dikomunikasikan secara konsisten dengan menjaga relevansi setiap aspek, sedemikian sehingga kalimat yang satu berhubungan dean berkaitan maka komunikasi yang dibuat akan lebih epektiif
rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.
Rancangan usulan penelitian ini memberi gambaran secara
menyeluruh tentang pokok
masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta
data yang dipakai untuk melakukan
penelitian; cara penelitian dilakukan dan hasil yang
diharapkan akan dicapai. Rancangan
usulan penelitian ini dipakai untuk menilai apakah seorang
itu bisa mulai melakukan
penelitian secara mandiri
Daftar referensi
P. Surname, ,“Panduan untuk Penulis Makalah”, Title
of Journal, vol. 1, no. 1, 2002, hal.1-6.
P. Surname, Title of Books, New York
(kota terbit), Prentice Hall (penerbit), 1990.